Bukan Emas & Permata, Inilah Perhiasan Paling Indah Bagi Muslimah

Perhiasan merupakan salah satu keindahan yg ingin dimiliki kaum wanita. Namun, dalam Islam ada perhiasan atau mahkota terindah yg layak disematkan untuk kaum muslimah ini. Perhiasan tersebut bukanlah emas, bukan juga permata, bukan pula berlian, melainkan perhiasan terindah dari semua perhiasan wanita itu adalah "rasa malu'.


Inilah Perhiasan Paling Indah Bagi Muslimah

Islam menggambarkan wajah yg dihiasi dengan rasa malu bagaikan permata yg tersimpan dalam sebuah bejana bening. Tidak ada seorang pun yg memakai perhiasan lebih indah & memukau daripada perhiasan rasa malu.


Anas bin Malik rhadiyallahu'anhu meriwayatkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yg berkata :


"Tidak ada sifat keji yg melekat pada sesuatu kecuali ia akan memperburuknya. Tidak ada rasa malu yg melekat pada sesuatu kecuali ia akan menghiasinya".


Rasa malu adalah sifat yg mulia. Rasa malu, seluruhnya adalah kebaikan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan profil yg menjadi panutan & taula& dalam perihal rasa malu. Bahkan sampai disebutkan bahwa beliau lebih pemalu dari gadis pingitan yg berada dalam kamarnya. Rasa malu adalah akhlak yg mulia, akhlak yg dimiliki oleh orang-orang yg baik.


Setiap orang yg memiliki rasa malu niscaya akan tercegah dari perkara-perkara yg buruk & jelek yg dimurka oleh Allah Ta'ala & Rasul-Nya serta dibenci oleh manusia. Rasa malu itu lahir karena seseorang merasa selalu diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu bs tewujud karena mengenal dzat Allah melalui nama-nama & sifat-sifat Nya yg Maha Mulia & Agung.


Seseorang akan malu kalau Allah melihatnya berbuat keburukan & kejelekan. Maka dia berupaya menghindari perkara-perkara yg buruk & jelek disebabkan rasa malu kepada Allah Ta’ala, walaupun secara tabi’at & watak, dia bs & mungkin biasa melakukan keburukan & kejelekan tersebut.


Sebagai muslimah yg fitrahnya tercipta sebagai mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pa&ya maka inilah hal yg paling indah dalam hidup. Namun sayang, sebagian dari wanita banyak yg tidak menyadari betapa berharga dirinya. Sehingga banyak dari wanita justru merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak & akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah) Sabda Rasullullah yg lain, bersabda; “Malu & iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yg lain pun akan terangkat.”(HR. Al Hakim)


Begitu jelas Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memberikan tela& bahwasanya rasa malu adalah identitas akhlak Islam. Bahkan rasa malu tak terlepas dari iman & sebaliknya. Terkhusus bagi seorang muslimah, rasa malu adalah mahkota kemuliaan bagi dirinya. Rasa malu yg ada pada dirinya adalah hal yg membuat dirinya terhormat & dimuliakan. Ketika para perempuan menyadari fitrahnya, maka dia akan paham bahwasanya rasa malu itu pun menjadi hak baginya.


Muslimah yg berilmu akan menghiasi dirinya dengan malu kapan & dimanapun ia berada, dengan Ilmu yg ia miliki ia mampu mengolah hatinya agar tidak terperosok dalam syubhat-syubhat serta godaan-godaan yg dapat menghilangkan dirinya dengan rasa malu, lisannya senatiasa terjaga dengan tutur kata berkualitas serta zikrullah & malu tetap menghiasinya.


Namun sayg, di zaman ini rasa malu pada wanita telah pudar, sehingga hakikat penciptaan wanita—yg seharusnya—menjadi perhiasan dunia dengan kesalehaannya, menjadi tak lagi bermakna. Sebab hilangnya rasa malu inilah yg menyebabkan banyaknya wanita yg menghias dirinya dengan berlebihan ketika keluar rumah.


Menjadi sebab merebaknya kemaksiatan di zaman ini pun terkait wanita adalah karena telah hilangnya malu sebagai mahkota kemuliaannya bagi wanita. Bahkan banyak yg rela menelanjangi dirinya sekaligus menanggalkan rasa malu sebagai sebaik-baik mahkota di dirinya hanya demi pujian atau sanjungan manusia.


Sebagai muslimah , tentu kita ingin mendapat mahkota & perhiasan terindah ini. Untuk itu upayakan selalu rasa malu ini tumbuh dalam hati & perilaku. Rasa malu dapat diupayakan dengan cara : 


1. Melihat betapa banyak nikmat & karunia Allah Ta'ala yg diberikan kepada kita. 


2. Melihat betapa kurangnya kita memenuhi hak-Nya & melaksanakan hal-hal yg diwajibkan-Nya kepada kita, baik melaksanakan perintah-Nya atau menjauhi larangan-Nya. 


3. Mengetahui & berusaha memunculkan kesadaran bahwa Allah melihat setiap keadaan & gerak-gerik kita di setiap saat & dimanapun kita berada. Tidak ada sesuatu pun yg tersembunyi dari-Nya. 


4. Apabila perasaan ini telah terkumpul dalam hati sanubari seorang hamba, ia akan merasakan rasa malu yg begitu kuat kepada Allah Ta’ala. Lalu dari sifat malu inilah muncul kebaikan-kebaikan lainnya.


Wallahu A'lam

Previous Post Next Post